Tampilkan postingan dengan label Skripsi Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skripsi Dakwah. Tampilkan semua postingan

ANALISIS TERHADAP PELAKSANAAN PENGAJIAN MUJAHADAH DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH ISLAM DI PONDOK PESANTREN AL-ISTIQOMAH KEMBANGAN BINTORO DEMAK TINJAUAN KOMUNIKASI DAKWAH

BAB I


PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang


Nilai-nilai dan renungan-renungan tentang hakekat abadi atau Ilahi (hidup beragama) itu bisa memberikan kekuatan dan stabilitas bagi kehidupan manusia. Nilai-nilai metafisik ini memberikan kemampuan/daya tahan dan tambahan energi untuk berjuang. Sebab, semua nilai religius, spiritual dan transendental  yang  tersembunyi  di  balik  atau  jauh  di  belakang  nilai-nilai materil dan bersifat indrawi itu, pada hakekatnya selalu mengandung unsur kebenaran serta keabadian sepanjang masa. Dan selalu akan memberikan kebahagiaan sejati kepada segenap umat manusia. Barang siapa bisa menangkap arti serta nilai-nilai abadi tersebut, pasti akan menemukan kebahagiaan dan ketenangan sejati. Imannya akan teguh dan kokoh sentausa menghadapi segala cobaan hidup serta macam-macam kesulitan, karena ia bersikap pasrah menerima segala ujian hidup, dan penuh keyakinan pada kekuasaan Ilahi. Ia akan selalu tawwakal kepada Yang Maha Kuasa, serta memberikan amal dan beribadah setiap hari, sehingga sehatlah lahir batinnya.1


Di era globalisasi dan informasi, kebutuhan tentang agama sangatlah besar  dikarenakan muncul  kebudayaan-kebudayaan aru,    banyak    dari kalangan manusia yang mengalami permasalahan di dalam kehidupannya, seperti gangguan jiwa, tindak kekerasan dan penyakit-penyakit sosial.


Dampak  kebudayaan  baru  ini  antara  lain  berwujud  mesin-mesin otomat yang dikontrol oleh termostat, sel-sel foto elektrik, motor-motor diesel, pesawat turbo jet, radio dan TV, radar, roket terkendali, bom atom dan hidrogen, kapsul kuaman dan lain-lain. Muncul gaya hidup baru, satu tipe civilisasi  baru,  dan  satu  kelas  pemimpin-pemimpin  baru  yang  memiliki


1  Dr. Kartini Kartono, dr. Jenny Andari, Hygiene Mental dan Kesehatan Mental dalam Islam, CV. Mandar Maju, bandung, 1989, hlm. 257-258.


ambisi-ambisi dan ideologi baru. Semua kejadian di atas merombak secara total pola hidup dan pola kemasyarakatan manusia pada abad akhir-akhir ini.2


Agama sangat dibutuhkan di   dalam kehidupan bermasyarakat yang sangat multidimensional, agama membangkitkan kebahagiaan iman kepada Allah dan perangai yang baik. Agama adalah cara yang ampuh dalam memperbaiki perasaan,  menghaluskan  jiwa,   membetulkan   pergaulan, menerapkan perundang-undangan keadilan, agama memegang peranan yang positif, berkesan yang dalam di dalam kehidupan masyarakat, karena agama itu mengikat hati pemeluknya dengan cinta dan kasih sayang yang tidak terdapat pada ikatan lain, baik dari kebangsaan, bahasa, ataupun kepentingan bersama.3


Untuk mengenalkan agama, maka perlu adanya dakwah Islam yang mengkhususkan orientasi dakwahnya pada penggarapan segi mentalitas manusia, yang salah satunya dengan melalui pengajian mujahadah yang memberikan semangat keagamaan secara transcendental, agar lebih memiliki daya spiritual dan mampu memahami kebenaran agama Islam itu sendiri dan bersungguh sungguh dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT.


Agama Islam termasuk golongan agama dakwah, maksudnya adalah usaha menyebarkan kebenaran,  mengajak orang-orang yang belum mempercayainya.4  Dan salah satu tujuan utama gerakan dakwah keagamaan adalah untuk membangkitkan serta memelihara keimanan.


Iman manusia pada prinsipnya bisa berubah-ubah kadang-kadang ia bertambah tapi kadang juga berkurang, sedang bertambahnya iman karena taat kepada Allah dan berkurangnya iman karena berbuat maksiat kepada Allah. Maka dengan rutinitas Pengajian Mujahadah diharapkan iman seseorang bisa selalu bertambah.


2 Ibid, hlm. 190.


3  Dr. Abdullah Syatam, Dakwah Islamiyah. Terj. Prof. Ibrahim Husein, MA. Proyek Pembinaan  Prasarana  dan  Sarana  Perguruan  Tinggi  Agama  Islam/IAIN  di  Jakarta  Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Depag, 1986. hlm 2


4 Thomas W. Arnold, Sejarah Dakwah Islam, Terj. Drs. H. A. Nawawi Rambe, Widjaya. Jakarta, 1981, hlm. 1


Untuk itulah peluang dakwah dan peran dalam mengantisipasi kemerosotan  iman  seseorang,  karena  suatu  kerugian  besar  bagi  manusia apabila iman dari seseorang mengalami degradasi, yang pada akhirnya menjurus pada kejahatan dan penyakit sosial. Apalagi sains dan teknologi yang berkembang sekarang ini ikut mempengaruhi keimanan seseorang, maka disinilah peran dakwah dalam hal ini pengajian mujahadah sangat dibutuhkan oleh setiap umat Islam.


Sejarah  telah  membuktikan  bahwa  pemisahan  sains  dari  keimanan telah menyebabkan kerusakan yang tak bisa diperbaiki lagi. Keimanan mesti dikenali lewat sains, agar keimanan bisa tetap aman dari berbagai takhayul melalui pencerahan sains. Keimanan tanpa sains akan berakibat fanatisme dan kemandekan.


Apabila kita melihat lingkungan sehari-hari banyak sekali menawarkan suatu   perubahan   kehidupan,   sementara   dalam   perspektif   agama   dunia hanyalah sebuah kehidupan yang sementara. Oleh karena itu, barang siapa mencintai   dunia   (hubb     al-dunya)           maka sangat  dikhawatirkan                    akan memutuskan hubungan dengan Allah, dan apabila ini benar-benar menjadi kenyataan dimana manusia terpengaruh oleh kondisi lingkungannya maka kehidupan manusia sudah tak beraturan. Sehingga muncullah mentalitas karahat al-maut (takut menghadapi kematian/post-life syndrome).


Sebagaimana telah disadari bersama bahwa dampak dari sains dan teknologi, informasi sangatlah kompleks. Ada dampak positif tapi juga banyak dampak negatifnya. Dampak positif dari kemajuan teknologi adalah bersifat fasilitatif ( memudahkan ) kehidupan manusia.


Dampak negatif dari sains dan teknologi modern telah mulai menampakkan diri didepan mata kita, yang pada prinsipnya berkekuatan melemahkan daya mental spiritual atau jiwa yang sedang tumbuh berkembang dalam berbagai bentuk penampilan gaya-gayanya. Tidak hanya nafsu muthmainah  yang  dapat  diperlemah  oleh  rangsangan  negatif  dari  sain teknologi elektronika dan informatika, melainkan juga fungsi-fungsi kejiwaan lainya  seperti  kecerdasan  fikiran,  ingatan,  kemauan  dan  perasaan  (emosi) diperlemah kemampuan aktualnya dengan alat-alat teknologi elektronik dan informatika.5


Sementara itu dakwah Islam yang terus berjalan secara tradisional seperti pengajian mujahadah adalah merupakan salah satu benteng untuk menghadapi gejolak kemerosotan moral dan krisis akidah yang diderita oleh umat Islam. Salah satunya adalah Pengajian Mujahadah di Pondok Pesantren Al-Istiqomah kembangan Bintoro Demak yang secara aktif telah terbukti memberikan  pengarahan  dan  bimbingan  kepada  manusia  secara  aktif  dan positif sekaligus mampu memberikan alternatif kepada masyarakat.6


Disinilah  akan  kita  lihat  peran  dari  Pengajian  Mujahadah  tersebut dalam  perspektif  amaliahnya.  Apalagi  bahwa  agama  Islam  sebagai  suatu ajaran tidaklah berarti, manakala ia tidak dimanifestasikan dalam action amaliah. Ini dikarenakan agama tersebut, bukanlah agama yang semata-mata menyoroti satu sisi dari kehidupan manusia saja, tetapi Islam meliputi dan menyoroti semua persoalan hidup manusia secara total.7


Untuk mengetahui peran Pengajian Mujahadah di Pondok Pesantren Al-Istiqomah  kembangan  Bintoro  Demak,    penulis  angkat  sebagai  kajian skripsi yang    berjudul “EKSISTENSI PELAKSANAAN PENGAJIAN MUJAHADAH DI PONDOK PESANDATREN AL-ISTIQOMAH KEMBANGAN BINTORO  DEMAK DALAM PENGEMBANGAN DAKWAH ISLAM (Tinjauan Komunikasi Dakwah)”.


B.  Alasan Pemilihan Judul


Sedangkan yang menjadi alasan mengapa penulis memilih judul “Eksistensi Pelaksanaan Pengajian Mujahadah Dalam Pengembangan Dakwah Islam di Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kembangan Bintoro Demak Ditinjau dari Komunikasi Dakwah” adalah :


5  Prof. H. M. Arifin M. ED, Pendidikan Islam dalam Arus Dinamika Masyarakat, PT. Golden Terayon, Perss. Jakarta, 1994. hlm. 12


6 K.H. M. Isa Anshary, Mujahid Dakwah, CV. Diponegoro, Bandung, 1995, hlm. 30


7 Drs. Toto Tasmara, Komunikasi Dakwah, Gaya Media Pratama, Jakarta, 1997, hlm. 33


1.   Melihat lebih dekat   keberadaan pengajian mujahadah Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kembangan Bintoro Demak dalam pengembangan dakwah Islam.


2.   Melihat  fungsi  pengajian  mujahadah  ditinjau  dari  aspek  komunikasi dakwah di Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kembangan Bintoro Demak


C.  Penegasan Judul


Sebelum pembahasan lebih lanjut, terlebih dahulu diterangkan segala sesuatu  yang  berhubungan  dengan  judul  skripsi  ini,  skripsi  ini  berjudul


”Eksistensi Pelaksanaan Pengajian Mujahadah Di Pondok Pesantren Al- Istiqomah Kembangan Bintoro Demak Dalam Pengembangan Dakwah Islam (Tinjauan Komunikasi Dakwah)”.


Untuk menghindari kesalahan, salah pengertian, maka penulis perlu menjelaskan yang dimaksud judul tersebut sebagai berikut :


1.   Eksistensi artinya “adanya atau keberadaan” 8


2.   Pelaksana  Pengajian  Mujahadah  adalah  nama  suatu  organisasi  yang didirikan pada tahun 1977 di Pondok Pesantren Al Istiqomah Kembangan Bintoro Demak 9


3.   Pengajian merupakan sistem pendidikan  di pondok pesantren yang sangat tradisional.10


4.   Mujahadah artinya selalu bersungguh-sungguh dalam melaksanakan amal perbuatan, maksudnya bersungguh-sungguh dalam beramal, bekerja, beribadah yang meruapakan bukti keimanan kepada Allah.11


5.   Pesantren artinya “Asrama tempat santi atau tempat murid belajar mangaji.


6.   Pengembangan dakwah: artinya “mengukuhkan atau menguatkan dakwah dalam suatu penyampaian” hlm. 267


8  W.J.S. Poerdarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1986,


Wawancara dengan Bapak Abdullah Mukti, Pengasuh Pondok Pesantren Al Istiqomah


Kembangan Bintoro Demak, pada tanggal 2 September 2003.


10 Dr. Nur Cholis Madjid, Bilik-bilik Pesantren, Sebuah Potret Perjalanan, Jakarta, 1997,


hlm. 17


7.   Tinjauan yaitu “pandangan atau pendapat”


8.   Komunikasi Dakwah artinya “merupakan suatu bentuk yang khas dimana seseorang muballigh (komunikator) menyampaikan pesan (message) yang bersumber sesuai ajaran Al Quran dan Sunah dengan tujuan agar orang lain (komunikator) dapat berbuat amal soleh sesuai dengan pesan yang disampaikan.12


Dari uraian dan penjelasan tersebut penulis membatasi hal-hal yang akan diteliti adalah keberadaan pelaksanaan Pengajian mujahadah dalam pengembangan dakwah Islam  di Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kembangan Bintoro Demak ditinjau dari komunikasi dakwah.


D.  Pokok Permasalahan


Dari judul penelitian diatas permasalahan yang akan penulis bahas dalam skripsi ini, dirumuskan sebagai berikut :




  1. Bagaimana  proses  penyelenggaraan  pengajian  mujahadah  di  Pondok Pesantren Al-Istiqomah Kembangan Bintoro Demak

  2. Bagaimana    keberadaan    pengajian    mujahadah    dalam   pengembangan dakwah Islam ditinjau dari perspektif komunikasi dakwah

  3. Faktor-faktor apa saja yang mendukung dan yang mengahambat dalam pelaksanaan pengajian mujahadah.

Analisis Pesan Dakwah Melalui Media Cetak (Kajian Terhadap Buletin Jumat Al Wustho Tahun 2002)

BAB I


PENDAHULUAN


A.  LATAR BELAKANG MASALAH


Sebagai agama dakwah, Islam merupakan tata nilai yang senantiasa bergerak menyesuaikan terhadap sebuah kondisi yang senantiasa dinamis. Karena itu dakwah yang dilakukan akan selalu mempertimbangkan aspek materi  yang  menjadi  substansi  informasi  dalam  proses  tersebut.  Dakwah sendiri pada hakikatnya merupakan aktualisasi imani yang dimanifestasikan dalam suatu sistem kegiatan manusia untuk melakukan proses rekayasa sosial melalui usaha mempengaruhi cara merasa, berfikir, bersikap, dan bertindak manusia pada dataran kenyataan individual dan sosio-kultural dalam rangka mengusahakan terwujudnya ajaran Islam dalam semua segi kehidupan dengan menggunakan cara tertentu.1


Secara makro, eksistensi dakwah akan senantiasa bersentuhan dengan gerak masyarakat yang mengitarinya, sehingga pada tahap tertentu, proses dakwah dapat saja melahirkan tuntunan baru berkenaan dengan proses yang dinamis, dan pada gilirannya merupakan pendorong terbentuknya sistem sosial di mana dakwah itu dilaksanakan.


Dalam lingkup yang lebih kecil, pelaksanaan dakwah akan terlihat sebagai sebuah sistem yang terkait antar komponen-komponen dakwah. Menurut M. Syafaat Habib dalam tulisannya yang berjudul Buku Pedoman Dakwah, komponen dakwah meliputi: 1. Materi da’wah, 2. Pelaksana atau penyampai  da’wah  atau  da’i,  3.  Sasaran  yang  dituju  da’wah,  4.  Tujuan da’wah, 5. Sarana dan peralatan dakwah, 6. Sistem dan methoda da’wah, 7.


Organisasi dan management dakwah, 8. Peranan dan pengaruh da’wah, 9. hlm.3


1  Amrullah Ahmad, Dakwah Islam dan Perubahan Sosial (Yogyakarta: PLP2M, 1985),


Hubungan da’wah dengan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang lain, 10. Peranan penelitian, pengembangan dan latihan da’wah, 11. Evaluasi da’wah. 2


Jika dikaitkan dengan fenomena semakin maraknya aktifitas dakwah, maka  para  aktifis  dakwah  akan  berlomba  untuk  memberikan  serangkaian materi yang akan disampaikan pada setiap kesempatan dakwah dilakukan. Hal ini sangat terkait dengan pemilihan materi terhadap pola pengembangan dakwah, yang akan dilakukan juru dakwah, baik secara individual maupun kelembagaan. Dengan demikian, pentingnya perumusan sebuah pendekatan alterrnatif dalam memperkenalkan Islam secara komprehensif sangatlah diperlukan.


Pers dalam hal ini dibatasi pada media cetak, merupakan salah satu media alternatif, yang dapat digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan dakwah. Sebagai saluran informasi, pers dianggap memiliki kelebihan dalam efektifitas dan efisiensi dalam menyalurkan sebuah pesan. Efektif, karena daya persuasinya yang mampu menembus daya rasa dan daya pikir pembacanya. Sedangkan efisien, karena luas terpaannya yang dapat menjangkau massa dari


berbagai tempat dan suasana, serta dapat dinikmati kapan saja.3


Dengan keefektifannya, pembaca akan merasa mendapat pengetahuan setelah memahami isi pesan dari materi dakwah. Pers juga merupakan media yang efisien karena dalam waktu yang singkat materi dakwah dapat disampaikan kepada pembaca, dan pesan yang ingin disampaikan dapat dikaji dalam waktu dan tempat yang tidak terbatas.


Oleh karena itu, pers memiliki peran yang cukup besar dalam merekayasa pola kehidupan suatu  masyarakat.  Salah   satunya adalah memberikan pengetahuan keagaman. Dari sisi kepentingan ini, pers merupakan media transformasi yang relatif lebih mampu untuk menyebarkan informasi  pesan-pesan  keagamaan  hingga  upaya  pembentukan  sikap  dan pelurusan prilaku.


2 M. Syafaat Habib, Buku Pedoman Da’wah,(Jakarta: Widjaya, 1982) hlm. 93-94


3 Asep S. Muhtadi, dkk, Dakwah Kontemporer: Pola Alternatif Dakwah Melalui Televisi (Bandung: Pusdai Press, 2000)  hlm. 66


Dalam dataran riil, sebuah media massa juga sangat dipengaruhi oleh keberadaan masyarakat. Ini terbukti dengan adanya sebuah alternatif dakwah agar materi tersebut dapat dengan mudah disampaikan. Dalam hal yang demikian, pers memiliki kehendak dalam mensiasati kecenderungan massa yang ada di sekelilingnya. Ada semacam keharusan bagi media untuk melakukan  perubahan orientasi,  dan  merekonstruksi  ulang  terhadap  materi yang disampaikan terhadap kecenderungan masyarakat yang berubah. Jadi, pada  saatnya  masyarakat  juga  akan  mewarnai  serta  ikut  menentukan  arah suatu media cetak yang tumbuh di tengah-tengah kehidupannya.


Munculnya buletin jumat Al Wustho, merupakan salah satu indikator sedang berlangsungnya upaya menyahuti kecenderungan masyarakat dalam kehidupan beragama. Dengan memanfaatkan media ini para ulama mampu merumuskan pesan  agama secara universal dan tidak lagi eksklusif untuk dikomunikasikan  kepada  masyarakat.  Dengan  media  ini  pula,  masyarakat dapat meningkatkan pengetahuannya dalam menterjemahkan pesan–pesan tersebut dalam bahasa mereka sendiri yang tentu saja lebih membumi dan mengena dalam diri masyarakat.


Dari latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk membahasnya dalam bentuk skripsi yang berjudul “Analisis Pesan Dakwah Melalui Media Cetak (Kajian Terhadap Buletin Jumat Al Wustho Tahun 2002)”.


B.  PENEGASAN ISTILAH


Untuk menghindari kasalahpahaman dalam memahami judul “Analisis Pesan Dakwah Melalui Media Cetak (Kajian Terhadap Buletin Jumat Al Wustho Tahun 2002)” maka penulis akan menjelaskan beberapa istilah yang ada dalam judul tersebut:


1.   Analisis


Kata analisis berasal dari bahasa Inggris “analysis”   yang berarti “pemeriksaan yang teliti”.4  Adapun menurut istilah, analisis adalah penguraian  suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.5


Analisis yang dimaksud dalam skripsi ini adalah penelaahan terhadap buletin Jumat Al Wustho yang terbit selama tahun 2002. Buletin- buletin tersebut dikumpulkan menjadi satu, dan diklasifikasikan sesuai dengan tema materi dakwah yang disampaikan. Dari pengelompokkan itu, kemudian penulis menelaah masing-masing bagian untuk menemukan pesan dakwah yang terdapat dalam materi dakwah buletin Jumat Al Wustho.


2.   Pesan


Menurut  bahasa,  pesan  berarti     perintah,  nasehat,  permintaan, amanat, yang harus dilakukan atau disampaikan kepada orang lain.6 Dalam Ilmu Komunikasi, pesan mengandung arti keseluruhan dari apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan ini mempunyai inti pesan (tema) yang sebenarnya menjadi pengarah di dalam usaha mencoba mengubah sikap dan tingkah laku komunikan.7


Dari kedua pengertian tersebut, maka yang dimaksud dengan pesan dalam penelitian ini adalah serangkaian materi dakwah yang disampaikan oleh  da’i  atau  komunikator  yang  dalam  hal  ini  adalah  penulis  dalam buletin  Jumat  Al  Wustho  yang  terbit  pada  tahun  2002,  di  dalamnya


4 John M. Eschols dan Hassan Shadly, Kamus Inggris-Indonesia, (Jakarta: PT Gramedia,


1992), hlm. 28.


5 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1997),  hlm. 37.


6 W.J.S. Poerwadaminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1976), hlm.745.


7  Prof. Drs. H. A. W. Widjaya, Ilmu Komunikasi; Pengantar Studi, (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), hlm.32.


terdapat pesan keagamaan yang dapat dijadikan sebagai pengarah dalam merubah tingkah laku dan sikap pembacanya,


3.   Dakwah


Menurut    Djohan    Efendi   dalam    buku   Ensiklopedi    Nasional Indonesia,  dakwah  adalah  ungkapan  di  kalangan  umat  Islam  yang mengajak memeluk agama dan mengamalkan ajaran Islam. Dalam pelaksaannya dakwah dapat dibedakan menjadi dua bentuk. Pertama, dakwah bi lisani’l – maqal, yaitu dakwah yang bersifat verbal baik melalui lisan maupun tulisan. Kedua, dakwah bi lisani’l – hal, yaitu dakwah yang dilakukan  dengan  kegiatan  meningkatkan  kualitas  kehidupan  sasaran dakwah.8


Dakwah dalam penelitian ini adalah dakwah yang dilakukan melalui media cetak dalam bentuk tulisan yang disampaikan dalam buletin Jumat Al Wustho.


4.   Buletin


Buletin adalah media cetak berupa selebaran atau majalah berisi warta singkat atau pernyataan tertulis yang diterbitkan secara periodik oleh suatu organisasi atau lembaga.9


Buletin yang dimaksud adalah buletin Al Wustho. Buletin ini diedarkan  setiap hari  Jumat dan diterbitkan oleh masjid  Raya Baiturrahman Semarang selama tahun 2002


5.   Media Cetak


Media cetak adalah sarana media massa yang dicetak dan diterbitkan secara berkala.10 Sedangkan yang dimaksud dengan penyampaian pesan dakwah melalui  media  cetak adalah   penyampaian  pesan dakwah beserta metodenya  dalam  surat  kabar,  majalah,  buku,  buletin,  risalah,  edaran,


8 Djohan Efendi dalam buku Ensiklopedi Nasional Indonesia, (Jakarta: PT Cipta Adi Pustaka, 1989), hlm. 218.


9 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI , op. cit., hlm. 153.


10 Ibid., hlm. 640


diktat,  spanduk,  dan  sebagainya  yang  bersifat  bacaan  atau  yang  dapat dibaca.11


Dari definisi setiap kata di atas maka yang dimaksud dengan judul “Analisis  Pesan  Dakwah  Melalui  Media  Cetak  (Kajian  Terhadap  Buletin Jumat Al Wustho Tahun 2002)”   adalah penelaahan terhadap isi materi dan pesan dakwah yang disampaikan dalam buletin Jumat Al Wustho tahun 2002.


C.  POKOK PERMASALAHAN


Berdasarkan latar belakang sebagaimana telah disebutkan diatas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah:




  1. Apa  saja  materi  dakwah  yang  disampaikan  oleh  buletin  Jumat  Al Wustho tahun 2002?

  2. Bagaimana tampilan materi dakwah yang disampaikan oleh buletin Jumat Al Wustho tahun 2002?

  3. Bagaimana bentuk penulisan materi dakwah dalam buletin Jumat Al Wustho?

  4. Apa tujuan disampaikannya materi tersebut?

  5. Dalam kondisi seperti apa materi dakwah itu disampaikan?